Cerpen Romansa
Romansa Terpasung Fera Andriani Djakfar Lima menit lagi pukul lima sore, saat dibukanya tirai berwarna hijau muda di balik kaca ruang ICU. Berarti tidak lama lagi kami bisa melihat kondisi Abah yang sedang tergolek lemah karena serangan jantung. Aku segera mengambil posisi di dekat jendela agar pandanganku nanti tidak terhalang orang lain yang juga ingin melihat keluarganya yang sedang dalam perawatan intensif. Kulihat adikku sedang menenangkan putri kecilnya yang rewel. Di hari Minggu ini peraturan rumah sakit agak longgar, sehingga keponakanku yang masih balita itu bisa ikut membesuk kakeknya. Ah, putri kecil yang lucu. Putri dari adik perempuanku. Sementara aku sendiri masih berstatus lajang. Perawan tua, tepatnya. "Sreeet…!" Samar sekali suara tirai yang dibuka perawat. Namun cukup mengagetkanku yang sedang menempelkan muka di jendela kaca, tak sabar ingin segera melihat kondisi Abah. Dari luar ruangan, kulihat Abah masih memejamkan mata. Tapi tampak di la...