Cerpen Kemerdekaan
Luka Merah Putih Oleh Fera Andriani Djakfar Setiap bulan Agustus, kawasan perumahan yang ditempati Pak Rohman tampak lebih cantik. Jalanan dan selokan menjadi makin bersih. Hampir tiap teras rumah dihiasi bunga-bunga yang berwarna warni. Bendera-bendera kecil berwarna merah putih dan lampu-lampu hias menambah semarak suasana perumahan tersebut. Tapi semua pemandangan yang tampak indah itu tidak dapat menggantikan kegundahan yang dirasakan Pak Rohman. Beberapa tahun terakhir dia mengidap sindrom tanpa nama yang selalu jatuh pada bulan Agustus. "Assalamu'alaikum...!" Terdengar suara lelaki menguluk salam. Dengan tertatih, Pak Rohman bangkit dari kursi goyangnya dan beranjak ke teras. Pada pagi hari dia memang berada di rumah seorang diri karena anak dan menantunya bekerja, sementara cucu-cucunya ke sekolah. "Wa'alaikum salam...!" Jawab Pak Rohman dengan suara agak bergetar. Maklumlah, pita suaranya sudah usang, setua dirinya yang berusia lebih dari...