Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Cerpen Kemerdekaan

Luka Merah Putih Oleh Fera Andriani Djakfar Setiap bulan Agustus, kawasan perumahan yang ditempati Pak Rohman tampak lebih cantik. Jalanan dan selokan menjadi makin bersih. Hampir tiap teras rumah dihiasi bunga-bunga yang berwarna warni. Bendera-bendera kecil berwarna merah putih dan lampu-lampu hias menambah semarak suasana perumahan tersebut. Tapi semua pemandangan yang tampak indah itu tidak dapat menggantikan kegundahan yang dirasakan Pak Rohman. Beberapa tahun terakhir dia mengidap sindrom tanpa nama yang selalu jatuh pada bulan Agustus. "Assalamu'alaikum...!" Terdengar suara lelaki menguluk salam. Dengan tertatih, Pak Rohman bangkit dari kursi goyangnya dan beranjak ke teras. Pada pagi hari dia memang berada di rumah seorang diri karena anak dan menantunya bekerja, sementara cucu-cucunya ke sekolah. "Wa'alaikum salam...!" Jawab Pak Rohman dengan suara agak bergetar. Maklumlah, pita suaranya sudah usang, setua dirinya yang berusia lebih dari...

Cerpen Reuni

HONA... OH HONA By Fera Andriani Djakfar “Mah, malam ini Ayah keluar sama teman-teman lagi, ya?” Pamit suamiku. “Iya sana!” Jawabku dingin. Toh dia gak bakalan bisa dilarang kemauannya. Sejak bertemu kembali dengan kawan-kawan SMP-nya hampir setiap hari dia keluar rumah untuk bertemu teman-temannya. Kalau aku mulai marah dan curiga, dia hanya tunjukkan HP-nya agar aku membaca sendiri ribuan chat di akun Whatsapp-nya. “Apaan ini? Pake Bahasa Madura, lagi. Tambah bikin bete, tau...!” ujarku yang kadang sampai ngambek. Tapi dia malah terus-terusan tertawa dan asik dengan HP-nya. Aku yang asli Sunda dan sama sekali tidak mengerti Bahasa Madura jadi semakin sumpek. “Gak ke cafee kok Mah, Cuma ke Hona aja...,” ujarnya. “Hona tuh mana? Restoran Jepang? Awas ngabisin duit lagi!” Ancamku. Sebab kemarin aku temukan struk pembayaran berbagai minuman dan kue di sebuah coffee shop terkenal di Mall. “Nggak, deh. Dijamin super ekonomis kalau di Hona,” katanya. Aku pura-pura sudah t...