Cerbung Palestina 1
Source: https://www.expedia.com/pictures/middle-east/israel/haifa-port.d553248621558034722 1. Senja di Pelabuhan Haifa “Apakah kau mau ikut ke pelabuhan?” Tanya Taher. “Memangnya ada apa di sana?” “Hm, kau terlalu banyak berdiam di rumah, Sayang. Tidakkah kau dengar berita bahwa hari ini ada kapal yang akan merapat?” “Namanya juga pelabuhan, ya tentu saja banyak kapal merapat,” komentar Widad sambil melipat setumpuk pakaian di depannya. Suaminya pun tertawa, menyadari betapa dia tidak detil menjelaskan sesuatu. “Kapal yang akan berlabuh ini berisi para pengungsi Yahudi dari Eropa. Ratusan orang berada di atas kapal itu, konon katanya mereka ditolak untuk berlabuh di manapun.” “Jadi, mereka mau berlabuh di Haifa? Pilihan yang cerdas! Mungkin mereka tahu jika penduduk sini sangat pemurah dan melayani tamu dengan baik. Semoga saja mereka menjadi tamu yang tau diri, setelah diusir dari sana sini!” Ucap Widad ketus. “Sayang, kamu kenapa kok kasar sekali? Ingatlah, namamu Wid...