Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Cerpen Kontemplatif

Gambar
  Velland, Sang Bintang Panggung Fera Andriani Djakfar   "Jangan tunggu lama-lama,  nanti lama-lama..." Penyanyi itu mengarahkan mic ke arah penonton. "Aku diambil oraaang...!!" Teriak penonton dengan histeris. Namanya berkilau di layar-layar gawai, di poster-poster digital, dan di bibir para penggemar. Suaranya terdengar di mana-mana, merdu, powerful, sejenak mengalihkan telinga dari hiruk pikuk berita buruknya dunia. Dia digadang-gadang sebagai legenda baru dalam dunia dangdut. Velland namanya. Meski hanya runner-up dalam kompetisi dangdut paling bergengsi di negeri ini, namanya justru melesat melampaui juara pertama. Orang-orang menyukainya bukan semata karena suara emasnya, melainkan karena keseluruhan dirinya: multi talenta, rendah hati, sopan dalam tutur, dan dikenal rajin beribadah. Sesuatu yang nyaris langka di dunia entertainment yang identik dengan gemerlap duniawi. Dalam setiap wawancara, Velland selalu menjawab dengan sopan, tidak malu menyebut ...

Cerpen Ter-ater

Gambar
  Ter-ater  Hujan turun tipis sejak subuh, membasahi halaman permukiman padat penduduk di kampung kecil pesisir Madura itu. Bau tanah basah bercampur dengan aroma opor ayam yang mengepul dari dapur-dapur warga. Bulan Sya’ban selalu menghadirkan suasana yang berbeda: lebih hening, lebih hangat, sekaligus lebih sibuk. Di kampung ini, akhir Sya’ban, menjelang Ramadan, berarti satu hal yang tak pernah dilupakan—ter-ater. Aisyah berdiri di depan dapur, menatap ibunya yang sedang membungkus nasi dengan daun pisang. Di sampingnya, mangkuk besar berisi opor ayam mengepul pelan. Tangannya cekatan, seolah telah menghafal gerak yang sama sejak puluhan tahun lalu. “Sudah lengkap?” tanya Aisyah pelan. Ibunya mengangguk. “Tinggal antarkan ke rumah Bu Ramlah dan Pak Karim. Jangan lupa, yang ke rumah Pak Karim ditambah telur rebus. Kamu tahu sendiri, cucunya paling suka.” Pak Karim... Hm, sosok itu. Sesepuh kampung yang sejak dulu selalu bersemangat menjodoh-jodohkannya dengan Armu, ponakanny...