Serial Addun dan Addin: Brownies dan Lego
Brownies dan Lego Gambar dari https://indobrickville.com/everything-lego Dengan wajah masam, Addun langsung nyelonong masuk ke rumah kontrakan Addin. Wajahnya kusut seperti sedang menahan kekesalan. Melihatnya, Addin segera memberi minum lalu bertanya. “Ada apa, sih? Kok kayaknya lagi susah banget. Liburan masih panjang, lho!” “Bukan susah, Din. Lebih tepatnya aku kesal, emosi, marah, tapi gak berdaya.” “Hm… ada apa, sih?” “Gini nih, aku kan lagi komentar di salah satu postingan tentang muallaf. Aku cuma nulis ucapan selamat datang kepada saudara baru, dan selamat mendapatkan hidayah, gitu aja sih. Eh, ternyata ada yang menanggapi, sepertinya dia nonis.* Katanya, ‘Apaan hidayah? Agama ribet banyak aturan’, begitu tulisnya. Aku kan kesel banget, tapi mau membalas gak berdaya. Malah ada sedikit bisikan dalam hati, Eh, bener juga, ya. Banyak sekali aturan dalam Islam”, kata Addun dengan jujur. “Istighfar dulu, Dun…!” “Astaghfirullah…! Iya, aku sadar ini godaan seta...