Postingan

Tips Menulis Kreatif

Gambar
Menulis Kreatif; Apa dan Bagaimana? Oleh Fera Andriani Djakfar Di zaman modern ini, hampir setiap orang bisa menulis. Ibu rumah tangga menulis resep masakan, murid-murid menulis pelajaran, para pemakai ponsel menulis SMS, pengguna jejaring sosial menuliskan status, penulis membuat cerpen atau novel, wartawan menulis berita, dan banyak lagi contoh yang kita jumpai. Namun apakah semua bisa disebut menulis kreatif? Apakah mereka semua dapat disebut penulis? Belum tentu! Menulis kreatif adalah proses menyusun kata-kata hingga menjadi sebuah karya yang utuh,  berdasarkan ide sendiri. Menulis kreatif dimaksudkan untuk menyampaikan sebuah pesan buat para pembacanya. Dengan pengertian itu, maka Anda bisa menentukan mana yang termasuk menulis kreatif dan mana yang bukan. Jadi, menyalin sebuah tulisan bukanlah menulis kreatif. Menulis rangkaian kata tanpa mengetahui artinya juga bukan termasuk menulis kreatif. Bentuk-bentuk Karya Tulis Secara garis besar, tulisan dibedakan...

Bercanda Ala Rasulullah SAW

Bercanda Syar’i Ala Baginda Nabi Fera Andriani Djakfar*) Apa jadinya jika seseorang selalu berada dalam situasi yang serius dalam menjalani segala aktivitasnya? Tentu saja dia akan dilanda kebosanan, bahkan tekanan batin. Untuk mengobati hal itu, ada kalanya seseorang membutuhkan candaan dan guyonan sebagai selingan dan penangkal stress. Sebagaimana obat yang membutuhkan dosis tepat, bercanda pun harus sesuai takaran. Bercanda yang bagaimanakah yang diperbolehkan, dan bagaimana pula yang dilarang syari’at? Islam sebagai agama pamungkas selalu menawarkan solusi bagi umatnya. Melalui teladan yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW., umat Islam bisa mendapatkan gambaran prilaku yang layak dijadikan panutan. Termasuk di dalamnya, adab bercanda dan bersenda gurau yang syar’I atau sesuai tuntunan syari’at. Sebagai manusia biasa, Rasulullah SAW pun bercanda bersama keluarga dan sahabat-sahabat beliau. Tujuan beliau adalah untuk menghibur, menambah keakraban, sehin...

Cerpen Romansa

Gambar
Romansa Terpasung Fera Andriani Djakfar Lima menit lagi pukul lima sore, saat dibukanya tirai berwarna hijau muda di balik kaca ruang ICU. Berarti tidak lama lagi kami bisa melihat kondisi Abah yang sedang tergolek lemah karena serangan jantung. Aku segera mengambil posisi di dekat jendela agar pandanganku nanti tidak terhalang orang lain yang juga ingin melihat keluarganya yang sedang dalam perawatan intensif. Kulihat adikku sedang menenangkan putri kecilnya yang rewel. Di hari Minggu ini peraturan rumah sakit agak longgar, sehingga keponakanku yang masih balita itu bisa ikut membesuk kakeknya. Ah, putri kecil yang lucu. Putri dari adik perempuanku. Sementara aku sendiri masih berstatus lajang. Perawan tua, tepatnya. "Sreeet…!" Samar sekali suara tirai yang dibuka perawat. Namun cukup mengagetkanku yang sedang menempelkan muka di jendela kaca, tak sabar ingin segera melihat kondisi Abah. Dari luar ruangan, kulihat Abah masih memejamkan mata. Tapi tampak di la...

Tips Menulis Cerpen untuk Pemula-1

Kiat Menulis Cerpen Oleh  Fera Andriani Djakfar Popularitas cerpen saat ini masih bisa dikatakan stabil meskipun cukup banyak saingan dari media elektronik. Mengapa demikian? Karena cerpen mempunyai berbagai keunggulan, diantaranya dapat dibaca sekali duduk sehingga tidak banyak menyita waktu. Cerpen juga tidak menyita banyak ruang di Koran maupun majalah. Banyaknya cerita pendek maupun novel yang diangkat ke layar lebar maupun layar kaca, cukup menginspirasi orang banyak untuk tidak sekedar membaca dan menjadi penikmat cerpen, tetapi juga menjadi penulis. Buku tentang tips-tips menulis kreatif banyak kita temukan di pasaran. Saya hanya akan menuliskan beberapa tips yang memang sudah saya terapkan sendiri, berdasarkan buku-buku yang pernah saya baca (jumlahnya puluhan buku, saya lupa judulnya apa saja dan siapa saja penulisnya. Maafkan saya, Guru-guru!). Saya juga menukil beberapa tips yang saya dapat selama mengikuti berbagai pelatihan menul...

Humor

Menunggu Istri Melahirkan Pada suatu hari di sebuah Rumah Sakit bersalin, 4 orang pria sedang menunggu istri-istri mereka yang akan melahirkan. Lalu seorang dokter keluar dari ruangan dan menyalami pria pertama.             Dokter: “Selamat, Pak! Anak Bapak kembar 2.”             Pria 1   : “Ya iyalah, Dokter. Saya kan kerja di pabrik kacang 2 kelinci.” Tak berapa lama, dokter keluar lagi dan memberi selamat pada pria kedua.             Dokter: “Selamat, Pak! Istri Anda melahirkan anak sekaligus  kembar 3…”             Pria 2   : “Makasih, Dok. Saya kan bekerja di pabrik semen 3 roda. Jadi wajarlah kalau punya anak kembar 3.” Ucap pria kedua dengan bangga. Sebaliknya, pria ketiga dan keempat mulai gelisah. Lalu beber...